Mulai 2008 ini, tidak ada lagi iuran untuk uang majalah maupun ekskul di FKUB.
Hal ini dinilai sebagai suatu “penyikapan yang efektif” yang dilakukan pihak dekanat terhadap pungutan2 yang selama ini terjadi, khususnya ketika masa registrasi tiba. “Walaupun sebenarnya uang pungutan sejumlah 12.500 rupiah tidak memberatkan mahasiswa, namun akankah lebih amannya untuk sekalian tidak ada pungutan yang bisa menjadi masalah di kemudian hari,” demikian ungkap salah seorang pejabat teras FKUB. Hal ini patut dimaklumi mengingat pihak rektorat termasuk “restrict/ sensitif” terhadap permasalahan dana.
Lalu bagaimana dong dengan majalah kampus kita? Akankah tetap terbit?
InsyaAllah majalah kita akan tetap terbit dengan ikut menganggarkan dana ketika diadakan raker antara BEM dan Dekanat nanti. Doakan saja semuanya berjalan lancar. Sehingga Diagnostika maupun HippoCrates senantiasa bisa menyapa temen2 sekalian… Namun, LPM selaku pengelola majalah ini diharapkan mampu berjuang keras dengan tidak terus menggantungkan hidupnya lagi terhadap dana dari dekanat. Saatnya mandiri kawan!
(ditulis oleh admin)
Forum Onooficial juga, banyak books n guideline, cocok untuk tugas dan bahan bacaan lainnya
http://fkub.co.cc
forum fkub med stuff here, visit us, just 4 u
setuju deh sama kata-kata
“pihak rektorat termasuk “restrict/ sensitif” terhadap permasalahan dana”
dekanat sepertinya juga begitu…
ya semua hal memang harus berubah, dan ktika berubah pasti ada banyak hal yang kena imbasnya,
tapi ya walaupun aku bersyukur masa tugasku udah selesai, ada juga sih rasa was-was ttg gimana nasib produk persma FKUB..
masalahnya jujur aja belum terbentuk jiwa danus yang bagus di kalangan FKUB,
bagus pun palling beberapa orang saja..
hmm..
jadi..
ini tugas kita bersama, gimana caranya “mengakali” kondiri yang seperti ini supaya produk persma bisa tetap eksis, dan yang penting,
bisa TAMBAH eksis